Selamat datang di Website Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur | Saat ini website kami sedang dalam proses pemeliharaan sistem (maintenance) untuk peningkatan layanan. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya — Anda tetap dapat mengakses sebagian besar fitur secara normal | Mohon untuk dapat mengisi Survei Kepuasan Masyarakat, masukan anda sangat penting untuk peningkatan kualitas pelayanan kami | Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas | Bersama Kita Wujudkan Swasembada Pangan di Kalimantan Timur | Makan Enak, Makan Sehat, Makan B2SA | Stop Boros Pangan

Berita

Ajak POPT Kawal Program Cetak Sawah Untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Samarinda – Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Prov. Kaltim, Fahmi Himawan, mengajak Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) se-Kalimantan Timur untuk mengawal program cetak sawah sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan di daerah.

Hal tersebut disampaikan pada acara temu sapa dengan petugas POPT se-Kaltim yang dilaksanakan secara daring. Dalam pertemuan tersebut, Fahmi menegaskan bahwa POPT memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga keberhasilan pertanian, terutama dalam mendukung program strategis pemerintah di sektor pangan.

Fahmi menjelaskan bahwa pada tahun 2026 program cetak sawah di Kalimantan Timur ditargetkan mencapai 20.000 hektar. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.

Berdasarkan data yang disampaikan, luas baku sawah (LBS) di Kaltim tercatat sekitar 46.640 hektar, namun hanya sekitar 31.000 hektar yang saat ini tergolong lahan produktif.

Selain itu, dari proses pengusulan terakhir program cetak sawah, luas lahan yang diusulkan baru mencapai sekitar 14.000 hektar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih diperlukan dukungan dan pengawalan dari berbagai pihak, termasuk petugas POPT di daerah, agar program tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi pangan.

Selain fokus pada pengembangan lahan, Fahmi juga mengingatkan seluruh petugas di lapangan agar memperhatikan informasi dan peringatan dari BMKG. Hal ini dikarenakan pada tahun 2026 diperkirakan akan terjadi fenomena El Nino yang datang lebih cepat dengan tingkat kekeringan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga berpotensi mempengaruhi produktivitas pertanian.

Melalui pertemuan tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan komitmen para petugas POPT di seluruh Kalimantan Timur. Ia menegaskan bahwa POPT merupakan garda terdepan dalam pengendalian organisme pengganggu tumbuhan serta dalam mendukung swasembada pangan di Kalimantan Timur.

×