Perkuat Intervensi Ketahanan Pangan Lintas Sektor, DPTPH Gelar Bimtek Tim FSVA Provinsi Kaltim
Samarinda — Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur melalui Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan (KDP) melaksanakan Bimbingan Teknis Tim Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 di ruang Oryza Sativa.
Kegiatan dibuka oleh Kepala DPTPH, Fahmi Himawan dan diikuti oleh Tim FSVA Provinsi Kalimantan Timur, dinas yang membidangi ketahanan pangan dari seluruh kabupaten/kota, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta perangkat daerah dan instansi lain yang menangani data sosial ekonomi, keamanan pangan, pelayanan perizinan, dan pengolahan pangan.
Bimbingan teknis dilaksanakan untuk mengevaluasi capaian Indeks Ketahanan Pangan (IKP) dan memperbarui peta ketahanan dan kerentanan pangan sebagai dasar penyusunan kebijakan daerah. Meskipun aspek ketersediaan dan akses pangan mengalami peningkatan, IKP Kaltim berada di peringkat kelima nasional dengan skor 80,31. Capaian tersebut dipengaruhi oleh penerapan indikator baru pada aspek pemanfaatan pangan, terutama masih rendahnya cakupan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada Tempat Pengolahan Pangan di kabupaten/kota.
Hasil pertemuan menyepakati sejumlah langkah strategis, meliputi percepatan penerbitan SLHS melalui pelayanan terpadu dan pendampingan bagi pengelola pangan, penguatan Cadangan Pangan Pemerintah di Kabupaten Mahakam Ulu, penyelesaian pemutakhiran FSVA seluruh kabupaten/kota, serta evaluasi khusus di Kabupaten Berau dan wilayah prioritas terkait indikator keamanan pangan dan Pola Pangan Harapan. Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional juga akan dikawal setiap triwulan hingga tingkat desa dan kelurahan agar penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran.
Melalui sinergi lintas sektor dan pengawasan yang berkelanjutan, DPTPH berharap kualitas serta cakupan keamanan pangan dapat meningkat pada tahun 2027 sekaligus memastikan pangan yang cukup, merata, aman, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur.